Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

4 Penyebab hasil print bergaris

Pada postingan ini saya akan share 4 penyebab saja ya. Mungkin masih banyak penyebab yang terjadi pada printer anda yang hasilnya bergaris, tapi yang akan saya share hanya 4 saja. Jadi, kalau anda masih kurang dengan ke-4 penyebab ini bisa anda cari lagi yang lainnya di Google.


4 Penyebab Hasil Print Rusak / Bergaris




1. Penyebab pertama, terdapat pada head-nya.

Apabila anda memakai printer secara berlebihan maka akan membuat head-nya menjadi panas. Dan akibat dari panasnya head ini mengakibatkan hasil pada printer anda  menjadi bergaris. Proses Head menjadi panas ini terjadi pada saat setelah head cleaning. Dan terjadinya head cleaning ini adalah pada saat anda melakukan isi ulang tinta pada printer yang dimodif infus. Head cleaning ini akan terjadi secara otomatis pada printer anda. Khusus untuk printerEpson Stylus T20E, terjadinya head cleaning ini adalah pada saat printer dalam keadaan mati kemudian dihidupkan. Pada printer Epson Stylus T20E akan terjadi head cleaning secara otomatis, meskipun tinta masih banyak.

2. Penyebab kedua, debu yang masuk ke catridge.

Selain penyebabnya terdapat pada head-nya, bisa saja ada debu yang masuk ke catridge printer anda dan mengakibatkan hasil print-nya jadi bergaris. Kalau kita perhatikan memang seperti hal yang sepele dan akan beranggapan tidak mungkin dengan debu bisa membuat hasil print jadi rusak (bergaris), tapi daripada bingung dan terus dipikir mending coba saja anda bersihkan catridgenya dulu.

Biasanya debu ini masuk melalui lubang botol tinta infus, debu akan berkumpul di sekitar lubang botol tersebut dan masuk secara bersamaan pada saat anda mengisi tinta ke dalam botol yang terdapat debunya. Apalagi pada saat anda mengisi tinta yang berlebihan / luber, bisa dengan seenaknya tuh debu pada masuk ke dalam botol tinta infus.

3. Penyebab ketiga, catridge bocor.

Masalah catridge bocor atau jebol adalah mimpi buruk bagi para pemilik printer, soalnya akibat dari bocornya / jebolnya catridge ini bisa mengakibatkan hasil cetakan pada printer anda menjadi rusak (bergaris).

Biasanya hal ini terjadi karena printer yang sering dipakai secara berlebihan, printer dipakai secara terus menerus tanpa ada istirahatnya. Sebaiknya apabila anda hendak memakai printer untuk waktu yang lama, coba anda istirahatkan paling tidak 1 - 2 menit sebelum melanjutkan mencetak yang lain, atau diistirahatkan lebih dari 1 - 2 menit bisa lebih bagus lagi.

4. Penyebab keempat, adalah head rusak.

Kalau di penyebab nomor 1 adalah head-nya panas saja, untuk yang nomor 4 ini terbilang parah yaitu head-nya rusak. Hmm.. Mungkin ini juga mimpi buruk ya bagi pemilik printer?! Apalagi harga head-nya ini sekitar Rp. 300rb an untuk printer yang setara dengan Epson Stylus T20E.

Cara mengubah nama file yang banyak sekaligus bag. 2

Pada cara yang kedua ini, kita akan menggunakan Command Prompt. Sudah pada tau kan apa itu Command Prompt? Kalau sudah ya syukur, jadi saya tidak usah menjelaskannya. Dan saya bakal lebih fokus ke cara mengganti namanya (rename).

Ada sedikit kelebihan yang dimiliki cara ini. Kalau dengan cara yang pertama hanya mengganti namanya saja, nah kalau dengan Command Prompt anda juga bisa mengganti tipe file-nya.

Sekarang, bagi teman - teman yang ingin mencoba cara mengubah banyak file bag. 2 ini, silahkan langsung saja di ikuti langkah - langkahnya di bawah ini.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah masuk ke tempat dimana file yang akan anda ubah berada. Anda pilih folder yang berisi file - file yang akan diubah. Klik kanan pada folder tersebut dan pilih tulisan "Open window command here". (Lihat gambar di bawah.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 2)

Setelah anda mengklik pilihan tersebut, kemudian akan muncul layar baru dengan warna background hitam. Seperti pada gambar di bawah.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 2)

Nah, setelah layar itu muncul anda tuliskan di belakang tulisan yang ada di dalam layar hitam itu dengan format seperti ini *rename*.TIPE FILE AWAL.*TIPE FILE BARU*. Dengan cara ini, anda bukan hanya mengganti namanya saja tetapi langsung mengganti tipe filenya juga. Contohnya kita akan mengganti tipe file dari .JPG diubah menjadi tipe file .PNG. Silahkan anda tuliskan perintah *rename*.JPG*.PNG* di belakang tulisan yang ada di dalam layar hitam itu. Lihat gambar di bawah.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 2)

Selesai, anda bisa langsung melihat hasilnya seperti apa. Kalau anda sudah benar dengan langkah - langkahnya maka hasilnya bakal seperti yang ada pada gambar di bawah ini.


Nah, seperti itulah teman cara mengubah "rename" banyak file sekaligus tanpa harus satu persatu bagian ke 2. Sebenarnya masih ada sih 1 cara lagi untuk mengubah nama banyak file sekaligus.

Cara mengubah nama file yang banyak sekaligus

Pada postingan kali ini saya ingin berbagi tips seputar komputer nih. Ya barangkali saja ada teman - teman yang membutuhkannya :) Tapi, agar bisa berjalan dengan lancar silahkan perhatikan dulu penjelasan cara kerjanya di bawah ini ya.

Untuk mengubah nama file atau dalam bahasa Inggrisnya "Rename" bisa kita lakukan dengan sangat mudah sekali, tapi apa jadinya kalau file yang akan kita ubah berjumlah lebih dari satu?! Mungkin akan kerepotan juga kali ya dan pastinya akan memakan waktu yang cukup lama juga. Tapi, jangan khawatir disini saya akan kasih tau anda bagaimana caranya mengubah banyak file sekaligus tanpa harus mengubahnya satu persatu.

Cara yang pertama anda bisa melakukannya dengan menggunakan Windows Explorer. Bisa dikatakan cara yang pertama ini merupakan cara yang paling mudah di antara yang lainnya. Untuk memulainya silahkan anda masuk dulu ke Windows Explorer. Caranya klik kanan pada tombol yang berlogo Windows kemudian pilih Open Windows Explorer. Nah setelah anda masuk silahkan pilih file - file yang akan di ubah namanya. Pastikan file yang akan di ubah berada di dalam satu folder. Lihat gambar.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 1)

Nah, disini yang harus anda lakukan adalah memilih semua filenya dengan cara menekan tombol "Select All" atau bisa dilakukan dengan cara memilih satu file paling atas kemudian klik pada file paling bawah sambil menekan tombol "Shift" pada keyboard komputer anda. Atau bisa juga dengan cara memilihnya satu persatu sambil menekan tombol "CTRL" pada keyboard komputer anda. Lihat gambar.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 1)

Nah, setelah semuanya terpilih sekarang anda tinggal klik kanan lalu pilih "Rename" atau bisa juga dengan cara menekan tombol F2 pada keyboard komputer anda. Lihat gambar.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 1)

Kemudian, coba anda langsung ganti nama filenya dengan apa saja yang anda inginkan. Lihat gambar.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 1)

Setelah anda mengganti namanya, kemudian langkah terakhir anda klik tombol "Enter" pada keyboard komputer anda. Lalu lihat hasilnya. Lihat gambar.

Cara Mengubah "Rename" Banyak File Sekaligus Pada Komputer (Bag. 1)

Selesai deh teman, cara untuk mengubah nama banyak file sekaligus tanpa harus mengeditnya satu persatu. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat ya. Nantikan cara mengubah "Rename" banyak file sekaligus pada komputer (Bag. 2) yang tentunya dengan menggunakan cara yang lain.




Sumber : http://www.cari-ciri.com/

Perbedaan hardisk IDE ATA dan SATA

         


Hardisk adalah salah satu komponen terpenting di komputer, untuk itu anda harus dapat mengenal tipe hardisk yang sesuai dengan kondisi komputer ana.

1. IDE

IDE (Integrated Drive Electronics) merupakan standar interface antara bus data motherboard komputer dengan disk storage. IDE interface di buat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16-bit bus. Interface dari IDE adalah interface untuk storage devices yang dapat teringrasi untuk disk atau CD-ROM drive. Walaupun IDE merupakan teknologi yang umum, kebanyakan orang menggunakan istilah IDE untuk merujuk pada spesifikasi ATA.

Sedangkan AHCI (Advance Host Controller Interface) merupakan mekanisme hardware yang membolehkan software untuk berkomunikasi dengan SATA seperti host bus adapter yang didesain untuk hot-plugin dan native command queuing(NCQ) yang dapat menaikan kemampuan komputer/sistem/hard disk terutama dalam lingkungan multi tasking dengan cara membolehkan drive untuk menjalankan perintah baca tulis yang dikirim secara acak dengan tujuan untuk optimalisasi perpindahan head pada proses pembacaan. AHCI telah di dukung oleh berbagai sistem operasi seperti Windows Vista dan Linux kernel 2.6.19.

2. ATA

Kebanyakan type drive yang digunakan oleh para pengguna komputer adalah tipe ATA (dikenal dengan IDE drive). Tipe ATA di buat berdasarkan standart tahun 1986 dengan menggunakan 16 bit paralel dan terus berkembang dengan penambahan kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standart terakhir adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13(komite yang bertanggung jawab menentukan standart ATA). Tipe ATA-7 memiliki data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000 ditentukan standar untuk paralel ATA yang memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, tapi paralel ATA terdapat banyak masalah hal singnal timin, EMI(electromognetic interference) dan intergitas data. Kemudian para industri berusaha menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA).

ATA (Advanced Technology Attachment) menggunakan 16 bit paralel digunakan untuk mengontrol peralatan komputer, dan telah di pakai selama 18 tahun lebih sebagai standar. Perbedaan SATA dan ATA yang paling mudah adalah kabel data dan power yang berbeda.
Standar ATA, seperti 200GB Western Digital Model, mempunyai dua inch kabel ribbon dengan 40 pin koneksi data dan membutuhkan 5V untuk setiap pin dari 4 pin connection. Sedangkan SATA seperti 120 GB western Digital Model mempunyai lebar setengah inci, 7 connector data connection sehingga lebih tipis dan mudah untuk mengatur kebel datanya. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci.

3. SATA

SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec
Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hot-swap sehinga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer.
Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA , kesimpulanya SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Sekarang standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA.

Cara mudah pasang jumper harddisk

cara memasang jumper yg benar, karena jumper tersebut berguna bagi harddisk yang akan di pakai,

pemasangan jumper untuk harddisk SATA dan ATA



pemasangan jumper pada harddisk IDE


Cara atasi apabila keyboard rusak


Masalah seperti kerusakan beberapa tuts pada papan ketik (keyboard) komputer ini memang jarang terjadi, namun tidak salah bila kita mengetahui sebelumnya apabila suatu saat nanti kita menemukan masalah seperti ini.

Masalahnya memang sepele namun apabila dilihat dari kebutuhan pada saat pengetikan maka masalah ini merupakan masalah yang besar karena bisa-bisa menghambat pekerjaan yang sedang kita lakukan.

Misalkan saja sementara mengetik sesuatu kemudian tiba-tiba saja salah satu tuts pada keyboard anda mengalami gangguan dan pada saat diketik tidak mengeluarkan tulisan. Untuk masalahg seperti ini, kita sudah dilengkapi dengan on-screen keyboard oleh sistem operasi windows (khususnya windows xp).

Memang sih menggunakan on-screen keyboard tidak semudah menggunakan keyboard manual (papan ketik fisik) namun dalam keadaan terdesak perlu juga diketahui manfaat on-screen keyboard ini untuk mengatasi masalah-masalah yang dibutuhkan langkah penyelesaian yang segera.

Atau mungkin juga bisa menghindari keylogger karena pengetikan kita tidak menggunakan keyboard melainkan klik mouse. (saya sendiri belum tau apakah tidak terekam oleh keylogger sebagai ketikan dari keyboard atau tidak), bahkan mungkin memasukan nomor PIN atau password untuk keperluan transaksi online.



Bentuk on-screen keyboard seperti berikut :




Selain on-screen keyboard dengan 101 keys bisa juga digunakan onscreen keyboard dengan 102 keys dan 106 keys.

Untuk mengaktifkan on-screen keyboard klik Start-All Programs-Accessories-Accessobility-On-screen Keyboard. Kemudian untuk mengaktifkan jumlah key yang dikehendaki maka klik menu Keyboard dan pilih jumlah key yang dikehendaki.

Cara tanamkan anti COPAS file dari komputer ke flashdisk



Ini Dia Cara Mencegah copy file dari komputer ke flash Disk - Bagi temen-temen yang sering menyimpan data di flash disk dan tidak mau flash disk tersebut digunakan seenaknya sama orang lain, ini ada sebuah tutorial yang mugkin berguna untuk temen-temen semua. Kita akan membuat sebuah sistem proteksi agar file dalam komputer kita tidak bisa dicopy atau dipindahkan ke flashdisk. Jika ada oarang yang melakukan copy data, maka akan keluar pesan error. Tetapi jika kita mengcopy data dari flash disk ke komputer, tetap bisa dilakukan. Ok, ini dia caranya.

Untuk mencegah copy file dari komputer ke flashdisk kita harus mengutak-atik registry, jadi sebelumnya backup dulu registry komputer anda sabagai cadangan jika sewaktu-waktu mengalami crash atau error.

Berikut langkah-langkahnya :

- Masuk ke Regedit ( Tekan Tombol Windows+R lalu ketik regedit)
- Masuk ke HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\
- Klik kanan pada folder Control pilih New–>Key
- Beri nama folder baru itu dengan “StorageDevicePolicies”
- Lalu klik kanan di folder dengan nama “StorageDevicePolicies”, lalu pilih New–>Dword
- Beri nama “WriteProtect”
- Klik 2x Dword dengan nama “WriteProtect” tersebut, lalu ganti Value Data menjadi 1
- Restart Komputer anda
- jika ada seseorang mencoba copy/cut data dari komputer anda untuk dimasukkan di flashdisk, maka pesan error akan muncul.


Untuk mengembalikan seperti semula anda tinggal mengganti Value Data dari key “WriteProtect” menjadi 0.

Cara blokir program pada komputer

Bila komputer anda digunakan oleh banyak orang, ada kalanya oleh karena suatu sebab anda tidak ingin pengguna lain menggunakan software tertentu yang terdapat pada komputer anda. Untuk melakukan hal ini anda dapat melakukannya melalui registry windows atau menggunakan software tambahan yang berfungsi memblokir software-software yang didaftarkan kedalam list. Namun sayangnya sebagian besar dari software tersebut tidaklah gratis.

Sebagai alternatif anda dapat menggunakan sebuah program portable gratisan bernama AppAdmin yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows XP, Vista dan 7. Salah satu keunggulan software ini adalah tidak memerlukan instalasi karena dapat dijalankan hanya dengan klik 2x.

Cara Memblokir Software Program Pada Komputer Anda

1. Download terlebih dahulu AppAdmin pada link berikut: AppAdmin

Cara Memblokir Software Program Pada Komputer Anda.

2. download selesai, ekstrak dan jalankan program tersebut. Klik tombol + Block yang terdapat pada sebelah kanan.
3. Lalu browse aplikasi yang ingin anda blokir / proteksi atau bisa juga dengan cara di drag ke layar AppAdmin.
4. Kemudian klik Restart Explorer untuk mengeksekusi program.

Catatan:
Program yang telah ditambahkan ke list / diblokir tidak tidak dapat dijalankan meskipun anda mengotak-atik melalui registry ataugroup policy (gpedit.msc).
Anda dapat menambahkan password dengan mengklik tombol Password yang terdapat ditengah bawah.



Thanks for write article

Kunjungi sumber : Disini

Perbedaan USB 2.0 dengan 3.0

Sebagai pengguna komputer tentunay anda pernah mendengar tentang USB. USB (Universal Serial Bus)  adalah perangkat yang menghubungkan komputer dengan perangkat lainnya. Penghubung ini telah banyak digunakan pada konsol game, ponsel, iphone, blackberry, harddisk / flash disk, kamera dan gadget lainnya yang mendukung komunikasi searah dengan komputer.

Pada mulanya teknologi USB dibuat sebagai alternatif yang menggantikan penghubung tambahan expansion card ke ISA komputer (Bus PCI) agar lebih efisien karena sistem USB memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dan memutuskan (istilah. plug & play) perangkat tanpa mengharuskan komputer untuk melakukan booting / restart. Dengan demikian pada saat USB dihubungkan, sistem pada komputer akan langsung membaca dan memroses device driver secara otomatis untuk menjalankannya.

Jenis – jenis perangkat hardware komputer yang menggunakan serial Bus (USB) sebagai penghubung antara lain; mouse, printer, harddisk eksternal, modem stick, komponen networking dan gadget eksternal lain yang disebutkan sebelumnya.

Perbedaan USB 2.0 dan 3.0

Perbedaan USB 2.0 dan 3.0
Barangkali anda pernah mendengar tentang istilan USB 2.0 dan 3.0. Apakahperbedaan USB 2.0 dan 3.0? Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan komputer pun mengalami peningkatan kinerja dari tahun ke tahun. Istilah 2 dan 3 merujuk kepada kecepatan transfer data yang mampu dibaca – terima oleh perangkat yang menggunakan teknologi tersebut serta beberapa teknologi lainnya.

5 Perbedaan USB 2.0 dan 3.0

Transfer Speed
USB 3.0 mempunyai kinerja yang lebih baik dalam hal kecepatan baca data dan transfer – terima file. Seringkali anda akan menemukan kata ‘Super Speed‘ atau SS yang memiliki kemampuan baca data komputer dan file hingga 5GB / detik!

Kecepatan transfer file komputer USB 3.0 mencapai 6 – 10x diatas kecepatan transfer file USB 2.0 atau setara dengan kemampuan PCIe. Teknologi USB 3.0 menggunakan sistem komunikasi 2 edar bawah yang mampu menerima data dan mengirim data secara bersamaan dan simultan. Teknologi bi-directional ini belum terdapat pada USB 2.0 sebelumnya.

Untuk mengetahui seberapa besar kapasitas transmisi data yang dapat dikerjakan pada USB dapat diketahui melalui informasi label pada USB tersebut. Informasi ini umumnya terdapat pada kemasan produk maupun fisik USB yang bersangkutan:
  • SUPER SPEED (SS) kemampuan transfer baca – terima data komputer  memiliki frekuensi clock 4,8 GB / detik.
  • HIGH SPEED  kemampuan transfer baca – terima data memiliki frekuensi clock 480 MB / detik dan tolerasi pensinyalan data pada ± 500ppm. Teknologi ini digunakan oleh USB 2.0 sejak tahun 2000.
  • FULL SPEED DATA memiliki kecepatan transfer dan baca datv dengan frekuensi clock 12 MB/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±0.25% atau 2,500ppm. Teknologi ini mulai digunakan pada USB 1.1 pada tahun 1998.
  • LOW SPEED DATA memiliki kecepatan transfer dan baca data dengan frekuensi clock 1.5 MB / detik dan tolerasi pensinyalan data pada ±1.5% atau 15,000ppm. Teknologi ini pertama kali digunakan pada generasi pertama USB 1.0 pada tahun 1996.
Power Management
Penggunaan arus yang dibutuhkan oleh USB 3.0 pada komputer lebih rendah dibandingkan USB 2.0 yang menggunakan daya 4,4 volt. Pada USB 3.0 hanya menggunakan 4 Volt dengan peningkatan arus menjadi 150mA.
Energi yang dibutuhkan oleh USB 3.0 lebih hemat dengan kinerja yang lebih baik, selain itu juga memungkinkan untuk memakai 4 hingga 6 perangkat secara bersamaan tanpa mengurangi kecepatan transfer.

Teknologi NRDY dan ERDY
Penambahan teknologi NRDY dan ERDY berfungsi sebagai penambahan bus yang dimaksimalkan sehingga komputer dapat memberikan tanda kepada host meskipun secara tak bersamaan tanpa adanya notifikasi lagi.

Peningkatan Kecepatan Transfer Data
Seperti yang disebutkan sebelumnya, kecepatan baca dan transfer data pada USB 3.0 mencapai 5GB / detik atau setara 6 – 10x lebih cepat dibandingkan USB 2.0 yang hanya hanya memiliki kemampuan transmisi data sekitar 480MB / detik dengan penggunaan konsumsi daya yang lebih besar dibandingkan USB 3.0



Thanks for write article

Kunjungi sumber : Disini

Firewall dari masa ke masa



firewall. minat dan pemahaman terhadap sistem keamanan jaringan (network security) semakin meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan untuk itu. Hal ini, tidak diragukan lagi, terjadi akibat meluasnya penggunaan internet dan banyaknya perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi informasi berbasis jaringan pada bisnis mereka. Internet firewall, dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, adalah salah satu mekanisme pengamanan yang paling banyak dipakai saat ini. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari secara sepintas tentang apa itu internet firewall, sejarahnya, serta melihat bagaimana ia digunakan pada saat ini maupun di masa mendatang.


Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam disiplin lain, dan dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminologi jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari rumah, atau memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini, firewall adalah penahan (barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Contoh lain dari firewall juga bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara ruang penumpang dan kompartemen mesin.

Dalam terminologi internet, istilah “firewall” didefinisikan sebagai sebuah titik diantara dua/lebih jaringan dimana semua lalu lintas (trafik) harus melaluinya (chooke point); trafik dapat dikendalikan oleh dan diautentifikasi melalui sautu perangkat, dan seluruh trafik selalu dalam kondisi tercatat (logged). Dengan kata lain, “firewall adalah penghalang (barrier) antara ‘kita’ dan ‘mereka’ dengan nilai yang diatur (arbitrary) pada ‘mereka’” (Chesswick, W & Bellovin, S., 1994).

Network firewall yang pertama muncul pada akhir era 1980-an, berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan suatu network menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil. Dalam kondisi ini, penggunaan firewall hanya dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spill over) data dari LAN ke seluruh jaringan. Hal ini mencegah masalah-masalah semacam error pada manajemen jaringan, atau aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumber daya meluber ke seluruh jaringan. Firewall untuk keperluan sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990-an, berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa sesuatu seperti: ijinkan setiap orang “di sini” untuk mengakses “ke luar sana”, juga cegahlah setiap orang (atau apa saja yang tidak disukai) “di luar sana” untuk masuk “ke sini”. Firewall semacam ini cukup efektif, tetapi memiliki kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan aturan filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan dalam mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi. Dalam kasus lainnya, aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “di luar sana”.

Firewall generasi selanjutnya lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall yang dibangun pada apa yang disebut “bastion hosts”. Firewall komersial yang pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway aplikasi (proxies), kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp. (DEC) yang dibangun berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reid dan tim engineering di laboratorium sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC. Firewall komersial pertama dikonfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan kimia besar yang berbasis di pantai timur AS pada 13 Juni 1991. 

Dalam beberapa bulan kemudian, Marcus Ranum dari Digital Corp. menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian besar kode program firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama dagang DEC SEAL (singkatan dari Security External Access Link). DEC SEAL tersusun atas sebuah sistem eksternal yang disebut gatekeeper sebagai satu-satunya sistem yang dapat berhubungan dengan internet, sebuah filtering gateway yang disebut gate, dan sebuah mailhub internal (lihat gambar 1).

Gambar 1: DEC SEAL, Firewall komersial yang pertama.
Dalam rentang waktu yang sama, Chesswick dan Bellovin di Bell labs bereksperimen dengan firewall yang berbasis sirkuit relay. Sebagai hasilnya, Raptor Eagle muncul sekitar 6 bulan setelah DEC SEAL diluncurkan, diikuti kemudian oleh produk ANS InterLock.

Pada 1 Oktober 1993, Trusted Information System (TIS) Firewall Toolkit (FWTK) diluncurkan dalam bentuk kode sumber (source code) ke komunitas internet. Ini menyediakan basis dari produk firewall komersial dari TIS yang kemudian dinamai Gauntlet

Dalam fase ini, FWTK masih digunakan untuk keperluan eksperimen, dan untuk kalangan industri dan pemerintahan sebagai basis dari sekuriti jaringan internet mereka. Pada 1994, Check Point menyusul dengan produknya,Firewall-1 yang memperkenalkan kemudahan penggunaan (user friendliness) di dunia sekuriti internet. 

Generasi firewall sebelum Firewall-1 memerlukan editing file berformat ASCII dengan ASCII editor. Check Point memperkenalkan ikon, warna, kendali mouse, konfigurasi berbasis X-11, dan antarmuka manajemen (management interface) sehingga sangat memudahkan proses instalasi dan administrasi firewall.

Kebutuhan firewall generasi awal lebih mudah untuk didukung karena dibatasi oleh layanan internet yang tersedia pada masa itu. Tipikal organisasi atau bisnis yang terkoneksi ke internet saat itu hanya memerlukan akses yang secure ke remote terminal access (Telnet), file transfer (FTP), electronic mail (SMTP), dan Usenet (Network News Transfer Protocol, NNTP). Dewasa ini kita menambahkan daftar ini dengan akses ke web, live news broadcasts, informasi cuaca, perkembangan bursa saham, music on demand, audio dan videoconferencing, telephony, akses database, filer sharing, dan segudang layanan lainnya.

Apa saja kerapuhan (vulnerability) dari layanan-layanan baru ini? Apa resikonya? Seringkali jawabannya adalah “kita belum tahu”.

Jenis-Jenis Firewall
Ada empat jenis firewall, atau lebih tepatnya tiga jenis ditambah dengan satu tipe hybrid (campuran). Disini kita tidak akan membahas setiap jenis secara rinci karena itu membutuhkan pembahasan tersendiri yang lebih teknis dan umumnya sudah tersedia dalam dokumentasi-dokumentasi tentang firewall. Keempat jenis tersebut masing-masing adalah:
  1. Packet Filtering: Firewall jenis ini memfilter paket data berdasarkan alamat dan opsi-opsi yang sudah ditentukan terhadap paket tersebut. Ia bekerja dalam level IP paket data dan membuat keputusan mengenai tindakan selanjutnya (diteruskan atau tidak diteruskan) berdasarkan kondisi dari paket tersebut. Firewall jenis ini terbagi lagi menjadi tiga subtipe:
    • Static Filtering: Jenis filter yang diiplementasikan pada kebanyakan router, dimana modifikasi terhadap aturan-aturan filter harus dilakukan secara manual.
    • Dynamic Filtering: Apabila proses-proses tertentu di sisi luar jaringan dapat merubah aturan filer secara dinamis berdasarkan even-even tertentu yang diobservasi oleh router (sebagai contoh, paket FTP dari sisi luar dapat diijinkan apabila seseorang dari sisi dalam me-request sesi FTP).
    • Stateful Inspection: Dikembangkan berdasarkan teknologi yang sama dengan dynamic filtering dengan tambahan fungsi eksaminasi secara bertingkat berdasarkan muatan data yang terkandung dalam paket IP.
    Baik dynamic maupun stateful filtering menggunakan tabel status (state table) dinamis yang akan membuat aturan-aturan filter sesuai dengan even yang tengah berlangsung.
  2. Circuit Gateways: Firewall jenis ini beroperasi pada layer (lapisan) transpor pada network, dimana koneksi juga diautorisasi berdasarkan alamat. Sebagaimana halnya Packet Filtering, Circuit Gateway (biasanya) tidak dapat memonitor trafik data yang mengalir antara satu network dengan network lainnya, tetapi ia mencegah koneksi langsung antar network.
  3. Application Gateways: Firewall tipe ini juga disebut sebagai firewall berbasis proxy. Ia beroperasi di level aplikasi dan dapat mempelajari informasi pada level data aplikasi (yang dimaksudkan disini adalah isi [content] dari paket data karena proxy pada dasarnya tidak beroperasi pada paket data). Filterisasi dilakukan berdasarkan data aplikasi, seperti perintah-perintah FTP atau URL yang diakses lewat HTTP. Dapat dikatakan bahwa firewall jenis ini “memecah model client-server”.
  4. Hybrid Firewalls: Firewall jenis ini menggunakan elemen-elemen dari satu atau lebih tipe firewall. Hybrid firewall sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Firewall komersial yang pertama, DEC SEAL, adalah firewall berjenis hybrid, dengan menggunakan proxy pada sebuah bastion hosts (mesin yang dilabeli sebagai “gatekeeper” pada gambar 1) dan packet filtering pada gateway (“gate”). Sistem hybrid seringkali digunakan untuk menambahkan layanan baru secara cepat pada sistem firewall yang sudah tersedia. Kita bisa saja menambahkan sebuah circuit gateway atau packet filtering pada firewall berjenis application gateway, karena untuk itu hanya diperlukan kode proxy yang baru yang ditulis untuk setiap service baru yang akan disediakan. Kita juga dapat memberikan autentifikasi pengguna yang lebih ketat pada Stateful Packet Filer dengan menambahkan proxy untuk tiap service.
Apapun basis teknologi yang digunakan, sebuah firewall pada dasarnya berlaku sebagai sebuahgateway yang terkontrol di antara dua atau lebih network dimana setiap trafik harus melewatinya. Sebuah firewall menjalankan aturan sekuriti dan meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri.

Pemanfaatan Firewall
Sebuah firewall mencegat dan mengontrol trafik antar network dengan tingkat kepercayaan (level of trust) yang berbeda-beda. Ia adalah bagian dari pertahanan garis depan dari suatu organisasi dan harus menjalankan aturan sekuriti pada network bersangkutan. Dalam definisi Chesswick dan Bellovin, ia menyediakan sebuah jejak (trail) yang dapat ditelusuri. Firewall merupakan tempat yang cocok untuk mendukung autentifikasi pengguna yang kuat sebaik komunikasi privat antara dua firewall. Firewall juga merupakan tempat yang tepat untuk memfokuskan keputusan tentang sekuriti dan untuk menjalankan aturan sekuriti. Ia dapat mencatat aktifitas internetwork dan membatasi wilayah cakupan (exposure) dari sebuah organisasi (Chapman & Zuichi, 1995).

Wilayah cakupan yang rentan serangan disebut sebagai “zona resiko”. Apabila sebuah organisasi terkoneksi ke internet tanpa menggunakan firewall (gambar 2), maka setiap host dalam network privat dapat mengakses secara langsung setiap resource dalam internet. Dalam hal ini, setiap host di internet dapat menyerang setiap host di network privat. Mengurangi zona resiko adalah tindakan terbaik, dan sebuah firewall internetwork memungkinkan kita untuk membatasi zona resiko. Seperti yang kita lihat di gambar 3, zona resiko termasuk firewall itu sendiri, sehingga setiap host di internet dapat menyerang firewall. Dalam keadaan ini, setiap upaya serangan akan terpusat di satu titik, dan karenanya lebih mudah untuk dikontrol.


Gambar 2: Zona resiko dari network privat yang tidak terproteksi 


Gambar 3: Zona resiko dengan firewall
Namun demikian, bukan berarti firewall bisa sepenuhnya diandalkan dalam urusan sekuriti. Firewall tidak dapat membaca pikiran manusia atau mendeteksi paket data dengan muatan yang tidak semestinya. Firewall juga tidak dapat melindungi network dari serangan yang berasal dari dalam (insider attack), walaupun ia masih bisa mencatat aktifitas network apabila si penyerang menggunakan gateway untuk melaksanakan aksinya. Firewall juga tidak bisa melindungi koneksi yang tidak melaluinya. Dengan kata lain, apabila seseorang terkoneksi ke internet melalui modem dan saluran telepon, maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh firewall. Firewall juga hanya menyediakan sedikit proteksi untuk jenis serangan yang sebelumnya belum dikenal, dan bahkan proteksi yang sangat buruk terhadap serangan virus komputer.

Firewall di Masa Kini
Firewall pertama yang diaplikasikan di internet berupa autetifikasi pengguna yang kuat. Apabila aturan sekuriti mengijinkan akses ke network privat dari jaringan luar, seperti internet, maka dibutuhkan satu jenis mekanisme autentifikasi pengguna. Secara sederhana, autentifikasi dapat diartikan sebagai usaha “untuk meyakinkan keabsahan sebuah identitas”. Username dan password merupakan salah satu jenis autentifikasi, tapi bukan autentifikasi yang kuat. Dalam koneksi non-privat, seperti halnya koneksi non-enkripsi yang melintasi jaringan internet, username dan password dapat dicegat untuk dibaca.

 Autentifikasi yang kuat menggunakan teknik kriptografi, misalnya dengan memanfaatkan sertifikasi maupun dengan menggunakan sebuah peralatan khusus semacam kalkulator (seperti KeyBCA). Mekanisme ini mencegah apa yang disebut sebagai “replay attack” - dimana, sebagai contoh, sebuah username dengan passwordnya dicegat untuk kemudian digunakan oleh yang pihak lain tidak berhak. Karena kedudukannya itu - berada di antara sisi “trust” dan “untrust” dari network - dan karena fungsinya sebagai gateway terkontrol, firewall menjadi tempat yang logis untuk menempatkan layanan semacam ini.

Firewall jenis lain yang bekerja di internet adalah enkripsi firewall-to-firewall. Sistem ini pertama kali diaplikasikan pada firewall ANS InterLock. Saat ini, koneksi semacam ini disebut sebagaiVirtual Private Network (VPN). Ia adalah “privat” karena menggunakan kriptografi. Ia menjadi privat secara “virtual” karena komunikasi privat tersebut mengalir melalui jaringan publik seperti internet. Walaupun VPN telah ada pada masa dimana firewall belum dikenal, namun ia kini mulai sering dijalankan pada firewall. Dewasa ini, kebanyakan pengguna mengharapkan vendor firewall agar juga menyediakan opsi untuk VPN. Disini, firewall bertindak sebagai titik akhir (end point) untuk VPN diantara pengguna enterprise dan mobile (telekomuter) sehingga komunikasi yang konfidensial antara perangkat yang terhubung dapat terus terjaga.

Dalam beberapa tahun terakhir, firewall juga populer untuk digunakan sebagai perangkat content screening. Beberapa aplikasi firewall di lapangan ini mencakup virus scanner, URL screening, danscanner keyword (juga dikenal di kalangan pemerintah AS sebagai “guards”). Apabila aturan sekuriti di sebuah organisasi mewajibkan screening terhadap virus komputer, adalah tindakan yang logis untuk melakukan screening terhadap lalu lintas file pada entry point yang terkontrol seperti halnya pada firewall. Faktanya, tersedia standar untuk memasang software antivirus pada aliran data (data flow) di firewall untuk mencegat dan menganalisis file data. Demikian pula halnya dengan URL screening – akses ke www yang terkontrol melalui firewall – dan content screening juga merupakan “bagian” yang cocok untuk dilimpahkan pada firewall.
Terlepas dari segala manfaatnya, masih ada juga keraguan di kalangan administrator jaringan untuk memanfaatkan firewall, khususnya menyangkut performa sistem jaringan. Ada anggapan bahwa penggunaan firewall berpotensi untuk menurunkan performa sistem secara signifikan. Sebagai solusinya, belakangan beberapa vendor router dan firewall telah mengembangkan suatu add-on firewall yang relatif baru yang disebut “flow control” untuk menghantarkan Quality of Service (QoS). QoS, sebagai contoh kasus, dapat membatasi besarnya bandwidth network yang dapat dipakai oleh seorang pengguna jaringan, atau membatasi besarnya kapasitas network yang dapat dipakai untuk layanan yang spesifik (seperti FTP atau web). Sekali lagi, karena firewall berfungsi sebagai gateway, maka ia menjadi tempat yang logis untuk menempatkan mekanisme pengaturan QoS.

Masa Depan Firewall
Di masa mendatang, firewall diprediksi akan menjadi pusat pengaturan pada network maupun internetwork. Selama ini, firewall dipandang sebagai komponen sekuriti berskala besar pertama yang pernah dikenal, produk keamanan internet pertama yang sukses secara komersial, dan piranti sekuriti yang paling banyak digunakan. Namun firewall sendiri masih belum sepenuhnya memadai untuk mengamankan sebuah jaringan. Firewall hanyalah salah satu mekanisme yang digunakan untuk itu. Firewall dituntut untuk mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan piranti (device) lainnya. 

Firewall harus dapat berhubungan dengan sistem kontrol sekuriti jaringan, melaporkan kondisi-kondisi serta even yang sedang berlangsung, dan memungkinkan sistem kontrol merekonfigurasi sensor dan respon sistem secara keseluruhan. Sebuah firewall dapat berhubungan dengan piranti deteksi penyusupan (intrusion) pada jaringan untuk mengatur tingkat sensitifitasnya, misalnya dengan mengijinkan koneksi yang ber-autentifikasi dari luar jaringan dalam kondisi tertentu. Sebuah stasiun monitoring yang terpusat dapat memantau semua proses ini, membuat beberapa perubahan, bereaksi terhadap alarm dan peringatan-peringatan lainnya, serta meyakinkan bahwa seluruh software antivirus dan piranti content-screening berfungsi secara normal.

Dewasa ini, beberapa produk telah dibuat berdasarkan teknologi tersebut. Sistem deteksi penyusupan (Intrusion Detection System, IDS) dan sistem rekonfigurasi firewall secara otomatis berdasarkan kondisi tertentu kini telah tersedia. Namun teknologi firewall sendiri terus berevolusi ke bentuk yang lebih maju. Firewall kini memainkan peranan penting dalam strategi pengamanan yang bersifat multilayer dan multilevel.

Dengan maraknya penggunaan internet dan intranet, maka penggunaan firewall pada layanan tersebut juga makin berkembang. Ia bukan lagi menjadi satu-satunya mekanisme sekuriti, melainkan akan bekerjasama dengan sistem pengamanan lainnya. Ke depan, firewall kemungkinan akan berkembang dengan memanfaatkan teknologi yang lebih maju, namun ia akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam metode dan mekanisme pengamanan jaringan.




Thanks for write article

Top